Sungailembu salah satu Perkebunan penghasil Kakao di lingkungan PT Perkebunan Nusantara XII, ketempatan Temu Lapang budidaya Kakao pada tanggal 5 Juni 2015, Semua Wakil Manajer dan Assisten Tanaman se Wilayah I yang mempunyai budidaya Kakao datang ke kebun Sungailembu disertai Staf Wilayah dan Staf Tanaman kantor Direksi untuk berdiskusi perihal penggunaan Pupuk daun Biorin dan pupuk kandang yang diperkaya Promi, Acara dipimpin langsung oleh Manajer Wilayah I Bapak Ir Sutrisno dan didampingi oleh Manajer Kebun Sungailembu Bapak Herry Nurtjahjo SP.
Peserta temu lapang langsung diajak ketempat pembuatan Biorin oleh Manajer Kebun Sungailembu, dimana peserta langsung ditunjukkan cara mengambil urin sapi sampai cara pembuatan Biorin dan uniknya pembuatan Biorin bisa fleksibel menyesuaikan kebutuhan hara yang dibutuhkan tanaman, semisal di kebun Kakao dalam merangsang pembuahan senang menggunakan merk pupuk daun tertentu kita tinggal melihat kandungan unsur yang dipakai (biasanya tertera dilabelnya) dan saat membuat Biorin kita tambahakan unsur tersebut dan hasilnya tidak kalah dengan pupuk pabrikan karena didalam Biorin kandungan unsur mikronya lebih lengkap
Peserta temu lapang langsung diajak ketempat pembuatan Biorin oleh Manajer Kebun Sungailembu, dimana peserta langsung ditunjukkan cara mengambil urin sapi sampai cara pembuatan Biorin dan uniknya pembuatan Biorin bisa fleksibel menyesuaikan kebutuhan hara yang dibutuhkan tanaman, semisal di kebun Kakao dalam merangsang pembuahan senang menggunakan merk pupuk daun tertentu kita tinggal melihat kandungan unsur yang dipakai (biasanya tertera dilabelnya) dan saat membuat Biorin kita tambahakan unsur tersebut dan hasilnya tidak kalah dengan pupuk pabrikan karena didalam Biorin kandungan unsur mikronya lebih lengkap
Peserta diskusi ditengah kebun kakao
Acara diskusi di tengah kebun
Salah satu Astan menekap kolven mencari serangan PBK
GAMBAR PEMBUATAN BIORIN
1. Tahap
Pembuatan
Memasukkan urin sapi sebanyak 20 Liter ke dalam drum
Mencampurkan
bahan –bahan antara lain : Dekomposer (EM
4) 200 ml, Rock Phosphat 200 gram, dan Tetes tebu 200
ml
Dilakukan fermentasi selama 2 – 4 minggu
Pengadukan dengan kayu sekali dalam sehari
Produk Biorin
siap aplikasi
Hasil Analisa kandungan unsur
hara pada Biorin Laboratorium Penguji Puslitkoka Jember
No.
|
Macam Analisa
|
Satuan
|
Hasil
|
Metode Analisa
|
1
|
Nitrogen (N)
|
%
|
0.08
|
Kjehdahl
|
2
|
Karbon ©
|
%
|
0.19
|
Walkley & Black, Spektrofotometri
|
3
|
Fosfor (P)
|
ppm
|
95
|
Destruksi asam kuat, Spektrofotometri
|
4
|
Kalium (K)
|
%
|
0.69
|
Destruksi asam kuat, FAAS
|
5
|
Magnesium (Mg)
|
ppm
|
131
|
Destruksi asam kuat, FAAS
|
6
|
Kalsium (Ca)
|
ppm
|
236
|
Destruksi asam kuat, FAAS
|
7
|
Belerang (S)
|
ppm
|
41
|
Destruksi asam kuat, Spektrofotometri
|
8
|
Besi (Fe)
|
ppm
|
32
|
Destruksi asam kuat, FAAS
|
9
|
Tembaga (Cu)
|
ppm
|
2
|
Destruksi asam kuat, FAAS
|
10
|
Seng (Zn)
|
ppm
|
2
|
Destruksi asam kuat, FAAS
|
11
|
Mangan (Mn)
|
ppm
|
1
|
Destruksi asam kuat, Spektrofotometri
|
12
|
pH
|
-
|
7.5
|
pH meter
|
Penggunaan
pupuk daun Biorin di Kebun Sungailembu dilaksanakan pada mulai bulan Maret 2015. Pada masa
ini merupakan waktu yang tepat di mana kondisi tanaman kakao dalam fase
generatif sebagai persiapan panen Voor Oogst sehingga bunga dan buah
membutuhkan nutrisi sebagai asupan untuk menopang perkembangannya. Kebun Sungailembu sejak saat itu tidak pernah lagi mengajukan AU-31 permintaan bahan pupuk daun Pabrikan, 100% kebutuhan pupuk daun dicukupi sendiri dengan membuat Biorin. Kebutuhan pupuk daun Biorin pada tanaman Kakao 370 liter/hari sehingga setiap hari harus membuat minimal 400 liter dengan cara pembuatan di pusatkan di satu Afdeling yaitu Afdeling Sungailembu dan Afdeling lain pengguna menukar pupuk daun Biorin jadi dengan urin yang masih mentah artinya bagi Afdeling yang hari itu membutuhkan Biorin 60 liter untuk aplikasi di kebunnya, harus membawa 60 liter urin sapi mentah yang akan diproses oleh Afdeling Sungailembu
Hasil pengamatan dilakukan melalui
tahapan kondisi tanaman kakao tidak diaplikasikan Biorin (sebagai kontrol), dan aplikasi Biorin
dengan konsentrasi 5 % pada tanaman kakao, Adapun hasil pengamatan sebagai berikut :
Hasil Pengamatan tanaman Kakao setelah diaplikasi Biorin konsentrasi 5%
- Daun : Daun flush lebih cepat menjadi semuruh dan tua, warna daun hijau cerah dan lebih lebar.
- Bunga : Munculnya bunga lebih serempak dan cenderung merata.
- Buah : Munculnya pentil lebih serempak dan cenderung merata, jumlah buah rata - rata per pohon = 25 buah (ukuran 5 - 16 cm).
Hasil Pengamatan pohon kontrol tanpa aplikasi Biorin
- Daun : flush lebih lama menjadi semuruh dan tua, warna daun hijau kurang cerah dan lebih sempit
- Bunga : Munculnya bunga kurang serempak dan cenderung kurang merata
- Buah : Munculnya pentil kurang serempak, jumlah buah rata - rata per pohon= 3 buah (ukuran 5 - 16 cm
Dari
hasil pengamatan di atas menunjukkan bahwa apliaksi Biorin mampu membantu
pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao baik fase vegetatif maupun fase generatif.
Hal ini ditunjukkan dengan percepatan dau flush menjadi lebih cepat menjadi
semuruh dan tua, membantu kemunculan bunga dan pentil lebih serempak serta
menopang jumlah buah per pohon.
Secara biaya penggunaan Biorin juga
menunjukkan efisiensi yang cukup siginifikan dibandingkan jika menggunakan
pupuk daun kimia pabrikan. Berikut hasil analisa biaya Biorin dibandingkan PDC
dan PDS:
Analisa Biaya
Pembuatan Biorin
|
|||||||||
No.
|
Jenis Bahan
|
Harga per Kg / Ltr
|
Kebutuhan per Ha
|
Harga per Ha
|
|||||
(Rp)
|
(Kg / Ltr)
|
(Rp)
|
|||||||
1
|
Biorin
|
||||||||
- EM 4
|
18500
|
0.19
|
3515
|
||||||
- Guano
|
790
|
0.19
|
150.1
|
||||||
- Tetes Tebu
|
8750
|
0.19
|
1662.5
|
||||||
- Drum Bekas (200 Liter)
|
750
|
0.19
|
142.5
|
||||||
Jumlah
|
28790
|
0.76
|
5470.1
|
||||||
2
|
PDC (Greener)
|
50,000
|
0.3
|
15000
|
|||||
3
|
PDS (Gandasil D)
|
50,000
|
0.3
|
15000
|
|||||
4
|
PDS (Gandasil B)
|
55,000
|
0.3
|
16500
|
|||||
Keterangan : -
Pemakaian tenaga per Ha Baik Biorin maupun PDC / PDS diasumsikan sama
|
|||||||||
- Kandungan unsur dalam Biorin lebih lengkap
dibandingkan PDC / PDS
|
|||||||||
- Konsentrasi aplikasi Biorin 5 %
|
|||||||||
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa
penggunaan Biorin dapat menghemat biaya penggunaan bahan pupuk daun per hektar
sebesar Rp 9.529,9 sehingga efisiensi yang dilakukan oleh Kebun Sungailembu
dengan luas area total 440 hektar terdiri dari TM Kakao Bulk 414 hektar dan TM
Kakao Edel 26 hektar sebesar Rp 4.193.156,- (dalam 1 rotasi aplikasi).
Jika rotasi aplikasi pupuk daun sebanyak 24 kali dalam setahun maka efisiensi
biaya yang berhasil dibukukan oleh Kebun Sungailembu sebesar
Rp 100.635.744,-. Untuk itu Kebun Sungailembu tidak pernah mengajukan pengadaan pupuk daun Pabrikan lagi dengan pengajuan AU-31 ke kantor Direksi karena kebutuhan pupuk daun bisa dicukupi sendiri
PEMBUATAN PUPUK KANDANG YANG DIPERKAYA PROMI
Promi merupakan aktivator pembuat kompos yang mengandung mikroba Trichoderma harzianium DT38, Trichoderma Pseudokoningii, Aspergilus sp, dan fungsi pelapuk putih mampu mempercepat pengomposan, memacu pertumbuhan, dan meningkatkan hasil, melarutkan P terikat dalam tanah, dan mampu mengendalikan penyakit tanaman.
Cara pembuatan:
PENGENDALIAN PBK DI KEBUN SUNGAILEMBU
PBK - Penggerek buah kakao atau yang nama latinnya Conopomorpha cramerella Snellen ini sangat merugikan. Serangannya dapat merusak hampir semua hasil. Penggerek Buah Kakao dapat menyerang buah sebesar 3 cm, tetapi umumnya lebih menyukai yang berukuran sekitar 8 cm. Ulatnya merusak dengan cara menggerek buah, memakan kulit buah, daging buah dan saluran ke biji.
PEMBUATAN PUPUK KANDANG YANG DIPERKAYA PROMI
Promi merupakan aktivator pembuat kompos yang mengandung mikroba Trichoderma harzianium DT38, Trichoderma Pseudokoningii, Aspergilus sp, dan fungsi pelapuk putih mampu mempercepat pengomposan, memacu pertumbuhan, dan meningkatkan hasil, melarutkan P terikat dalam tanah, dan mampu mengendalikan penyakit tanaman.
Cara pembuatan:
- 1 kg Promi dilarutkan dalam air 200 - 250 liter air bisa digunakan untuk campuran pupuk kandang dan serbuk gergaji sekitar 1 ton
- Bahan pupuk kandang sapi dan serbuk gergaji diletakkan pada lubang ukuran 2 x 2 x1,5 m dengan cara berlapis dimana pada lapisan ke 1 diletakkan pupuk kandang dan lapisan ke 2 serbuk gergaji dan lapisan ke 3 pupuk kandang demikian seterusnya
- Kemudian disiramkan pada masing-masing lapisan dimana lapisan ke 1 disiram dengan promi tanpa harus membolak-balikkan bahan tetapi dipadatkan dengan diinjak-injak dilanjutkan lapisan ke 2 dan seterusnya
- Langkah selanjutnya ditutup dengan plastik rapat-rapat
- Proses fermentasi berlangsung 3-4 minggu dengan ciri-ciri jika suhu sudah mulai panas maka bahan sudah matang dan dapat digunakan sebagai stater
PENGENDALIAN PBK DI KEBUN SUNGAILEMBU
PBK - Penggerek buah kakao atau yang nama latinnya Conopomorpha cramerella Snellen ini sangat merugikan. Serangannya dapat merusak hampir semua hasil. Penggerek Buah Kakao dapat menyerang buah sebesar 3 cm, tetapi umumnya lebih menyukai yang berukuran sekitar 8 cm. Ulatnya merusak dengan cara menggerek buah, memakan kulit buah, daging buah dan saluran ke biji.
Pelaksanaan pengendalian di kebun Sungailembu dilakukan beberapa tahapan yaitu :
Perlakuan Bulan Oktober 2014 sd Januari 2015
- Panen kakao dengan rotasi 3 hari sekali
- Pembenaman kulit kakao dalam-dalam tinggi urukan tanah minimal 30 cm
- Perlakuan pada buah terserang PBK dimasukkan dalam karung zak dan diikat rapat-rapat dan dibiarkan selama 5 hari, setelah itu baru dibuka dan disemprot insektisida dan hari ke 6 ditekap, fermentasi selanjutnya di pabrik cukup 2 hari saja
Hasil produksi setelah perlakuan rampasan buah serangan PBK sangat kecil


Terobosan mantaap, terbukt efektif efisien, tinggal perluasan produk untuk lebih dikenal...good luck
BalasHapusBolehkah kakao di semprot dengan gandasil b
BalasHapus